Hotline Service

0370 - 625331
081 917 486 833 / 081 917 486 844
082 341 993 581 / 082 341 993 582
thumbnail

Beautiful Holidays in Lombok-Sumbawa



First visit to the beautiful island of Lombok and wanted to share my experience. It's a place where you can see all of the natural beauty of the Indonesian Islands while being off the beaten tourist trail, and feel safe while being in a really exotic place.

Sumbawa may not be as famous as Bali, Lombok or Flores in terms of tourism. But that does not mean Sumbawa not have a natural beauty that is worth visiting. One of the strengths of tourism is the island. There are many islands in Sumbawa are worth visiting. This is a list of some of the beautiful islands that you can visit when traveling to Sumbawa.
thumbnail

Danau Air Asin Pulau Satonda


Satonda adalah destinasi wisata yang menjadi buah bibir para traveler dan fotografer. Kenapa? Karena di tengah Pulau Satonda terdapat danau air asin dan terkenal luar biasa indahnya. Beruntung saat ini ada teknologi drone sehingga saya bisa memotret sebagian pulau dari udara yang tampak pulau dan danaunya sekaligus.

Yang membuat Pulau Satonda terkenal sampai mancanegara karena dahulu ada dua ilmuwan Eropa, Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak meneliti Danau Satonda pada tahun 1984, 1989 dan 1996. Hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa Satonda adalah fenomena langka karena airnya yang asin dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) sangat tinggi dibandingkan air laut umumnya. Keduanya berpendapat, basin Satonda muncul bersamaan dengan terbentuknya kawah tua yang berumur lebih dari 10.000 tahun lalu. 


Pulau Satonda di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, ini unik karena berupa daratan vulkanis yang terbentuk karena letusan gunung api di dasar laut sedalam 1.000 meter sejak jutaan tahun lalu. Pulau Satonda juga menyimpan kekayaan terumbu karang di perairan sekitarnya. Pulau Satonda telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan karena potensi alam lautnya memiliki kekayaan terumbu karang.

Danau purba di Pulau Satonda ini terbentuk dari letusan Gunung Satonda beribu-ribu tahun lalu. Gunung api Satonda konon berumur lebih tua dari Gunung Tambora, atau tumbuh bersamaan dengan beberapa gunung api parasit yang tersebar di sekeliling Tambora. Danau yang terbentuk di kawah Satonda dulunya terisi air tawar. Letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami mengantar air laut mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga hari ini.

Untuk mencapai Pulau Satonda menghabiskan waktu 3-4 jam perjalanan darat dari Kota Dompu, Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya untuk menuju pulau ini Anda dapat menggunakan perahu cadik bermotor dari desa terdekat, yaitu Desa Nangamiro.


Selama perjalanan menuju pulau yang biasanya memakan waktu sekitar 1 jam tersebut, tarif per orang dikenakan Rp 25.000. Tiba di Pulau Satonda bagi yang suka dengan tantangan alam bisa langsung mendaki untuk melihat dengan jelas danau purba Satonda dari atas bukit. Lama perjalanan trekking ini kurang lebih 1,5 jam. Tetapi jika ingin bersantai anda bisa ke bawah untuk menikmati dan mandi di Danau Satonda. Ketika kita sampai di puncak bukit, danau cantik dan unik berwarna hijau yang dinamakan Danau Satonda itu terhampar tenang di tengah kaldera yang dikepung oleh hijau pepohonan.



Gunung api Satonda konon berumur lebih tua dari Gunung Tambora, atau tumbuh bersamaan dengan beberapa gunung api parasit yang tersebar di sekeliling Tambora. Danau yang terbentuk di kawah Satonda dulunya terisi air tawar. Letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami mengantar air laut mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga hari ini.

Di tepi danau, Anda akan melihat pohon yang berbuah batu. Batu-batu tersebut memang sengaja digantungkan oleh wisatawan yang sempat berkunjung ke sana. Karena konon batu-batu yang digantung tersebut mewakili doa dan harapan orang-orang yang dipercaya akan terkabul.

Untuk mencapai pulau dan Danau Satonda ada beberapa alternatif jalur yang dapat dipilih. Dari Sumbawa Besar, perjalanan menuju Desa Nangamiro dapat ditempuh selama 8 jam berkendara. Apabila Anda dari Dompu, perjalanan menuju desa kecil tersebut sekitar 5 jam. Dari pelabuhan Nangamiro, perjalanan menuju Pulau Satonda dapat ditempuh menggunakan perahu selama kurang lebih setengah sampai satu jam perjalanan. Tarif perahu sekitar Rp 25.000 per orang.


Alternatif lain adalah dengan cara naik kapal pesiar dari Pulau Bali atau Lombok, mengambil jurusan Flores. Kapal pesiar memang kerap mampir di Pulau Satonda sebelum melanjutkan perjalanan (biasanya) menuju Taman Nasional Komodo.


Sumber : Barry Kusuma dan Kompas
thumbnail

Teluk Saleh - Aquarium Raksasa Sumbawa


Nama Saleh dari teluk ini adalah nama yang hingga kini tak dikenal asal usulnya, tidak terdapat dalam catatan sejarah, baik catatan kuno maupun modern. Dalam beberapa Atlas lama, nama Teluk Saleh disebut “Sallee”. (jadi tambah penasaran), tapi yang jelas nama Saleh bukanlah nama raja-raja yang pernah berkuasa di pulau Sumbawa. Bukan pula nama seorang tokoh terkenal di Sumbawa.. so nama Saleh dari teluk ini masih merupakan sebuah misteri.

Teluk Saleh adalah Teluk yang memiliki luas 1459 km persegi, dan panjang nya mencapai 282 Km. Ukuran yang luas, dua kali luasnya Kota Jakarta. Teluk ini merupakan teluk semi tertutup dan berhubungan langsung dengan laut Flores. Berada pada koordinat 117-118 BT dan 8,8 – 8,1 LS.

Dalam bentangan luas laut birunya yang berkilau, teluk ini dihiasai oleh pulau-pulau cantik tak bertuan. Ada beberapa diantaranya yang dihuni oleh suku Bajo dan Bugis yang bermata pencaharian sebagai nelayan, namun sebagian besar dari pulau-pulau tersebut tak berpenghuni.

Pulau Moyo yang terkenal dengan keindahannya adalah seperti penghalang ombak Laut Flores, berada tepat di mulut teluk Saleh, dengan 2 selat kecil yang membelahnya, memisahkan antara Teluk Saleh dengan daratan Utara Pulau utama Sumbawa, dan sebuah pulau kecil diujung utara bernama Satonda.

Menjelajahi Teluk Saleh, kita seperti menemukan sebuah keindahan baru, mendarat ditepian gili-gili indah berpasir putih, dengan hiasan padang rumput yang sunyi, serta bukit-bukit yang menjadi pelindungnya. Gunung Tambora masih terlihat kokoh diantara awan putih yang membalut puncaknya, sejenak akan membawa kita kembali menembus lorong waktu saat separuh dari ketinggiannya meletus, memuntahkan segala material vulkanik, abu panas, dan lahar yang kemudian meluluh lantakkan sebagian besar daratan di pulau Sumbawa pada April 1815 silam. Beberapa kerajaanpun musnah, suara gelegarnya begitu memekak, terdengar hingga ratusan bahkan ribuan kilometer. Para leluhur mencatatnya lewat beberapa syair, meninggalkan cerita bagi kita di masa kini, bahwa saat itu sungguh merupakan masa yang sangat mengerikan, seperti dunia sedang kiamat. Syair tersebut tercatat dalam kitab pusaka kerajaan Bima ;

“Maka gelap berbalik lagi lebih daripada malam itu/Kemudian maka berbunyilah seperti bunyi meriam orang perang/Kemudian maka turunlah kersik batu dan abu seperti dituang/Lamanya tiga hari dua malam.”

Dalam syair lain, letusan Tambora konon dianggap sebagai murka Tuhan
“Asalnya konon Allah Taala marah/Perbuatan Sultan Raja Tambora/Membunuh tuan haji menumpahkan darah/Kuranglah pikir dan kira-kira.” Syahdan, Raja Tambora menyuguhkan daging anjing ke seorang haji, memaksanya memakannya, lalu membunuhnya.

Demikian sekilas tentang Tambora. Kini aku mengajakmu berlayar menuju sisi Timur Teluk Saleh, Sisi nan unik dimana kita bisa menyaksikan sebuah pemandangan menakjubkan, saat musim penghujan tiba, ratusan kerbau akan tampak melintasi teluk kecil  menuju sebuah pulau yang bernama pulau Rakit. Disana kerbau-kerbau tersebut akan berdiam untuk satu musim tanam. Beberapa gembala akan membantu dan memantau tradisi unik yang telah berjalan hampir ratusan tahun. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat mengagumkan.

Di dalam perairannya, dibawah kilauan air birunya, beberapa bangkai kapal dari jaman Hindia – Belanda telah menjadi rumah-rumah ikan, dan akan menjadi salah satu daya tarik besar bagi para pecinta menyelam.

Terakhir, yang paling menarik adalah tentang sebuah keindahan yang tak terekspose, nyaris tak diketahui, bahwa pada kenyataannya Teluk Saleh menyimpan begitu banyak potensi, begitu banyak pesona keindahan, mulai dari pulau-pulau kecil nan cantik, Kehidupan bersahaja nan unik, sejarah, hingga ke pesona bawah lautnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh badan Informasi Geospasial (BIG) menemukan bahwa perairan Teluk Saleh di huni oleh 59 genus Karang, dan 405 jenis ikan karang. Inilah surga baru yang terlewati dalam rangkaian perjalanan para traveler selama ini.

Selamat Menjelajahi Dunia keindahan baru, akuarium raksasa, dalam hiasan permata-permata indah yang mengesankan. Di Teluk Saleh – Sumbawa.




Sumber : Ayo ke Sumbawa

thumbnail

Pohon Unik Di Indonesia

Sebagai negara tropis, Indonesia dikarunia dengan kekayaan dan keragaman yang sangat tinggi, di antara yang paling beragam di dunia. Berbagai jenis pohon tumbuh besar dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga pulau Dana. Di banyak budaya di Indonesia, pohon adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan menjadi salah satu elemen krusial dalam berbagai komunitas adat di nusantara.

Tak jarang, terdapat banyak diantara mereka yang dibiarkan tumbuh secara alami dan menjadi icon wisata dan budaya. Inilah beberapa di antaranya.


1. Pohon Berlubang (Bunut Bolong).

Pohon Bunut ini sangat unik karena tengahnya berlubang dan ada jalan yang bisa dilalui kendaraan. Pohon ini dikenal dengan nama Bunut Bolong. Bunut Bolong terletak di Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.


2. Jembatan Akar Bayang
Pohon ini sangat unik karena akarnya dirajut menjadi Jembatan Akar Bayang. Jembatan akar ini dirajut dari akar pohon yang tumbuh di kedua sisi sungai. Jembatan ini merupakan Jembatan alami yang hidup dan terus tumbuh. Jembatan akar ini ada di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.


3. Pohon Gerbang Gunung Slamet
Akar-akar dua pohon besar saling terhubung terlihat seperti pintu raksasa. Orang-orang ada yang menyebutnya ‘pintu gerbang’. Beberapa pendaki menjadikan pohon ini favorit mereka yang dikunjungi ketika mendaki gunung Slamet. Pohon ini bisa ditemui di hutan Gunung Slamet, Jawa Tengah.


4. Pohon di Tabiang Takuruang (tebing yang terkurang)
Pohon yang tumbuh di puncak tertinggi tebing ini membuat pemandangan yang luar biasa indah. Tebing ini dikenal dengan nama Tabiang Takuruang. Tabiang Takuruang berada di Ngarai Sianok,  Sumatera Barat.


5. Batu Berdaun
Pohon ini sangat unik karena tampak seperti Batu yang Berdaun. Sebenarnya ini adalah batu besar yang di tengahnya ditumbuhi pohon. Anehnya akar utamanya tepat berada di tengah-tengah batu yang luar biasa kerasnya. Pohon ini berada di tepi pantai kawasan obyek wisata di Singkep, Provinsi Kepulauan Riau.


6. Pohon Lanang Wadon (laki-laki perempuan)
Pohon ini jika dilihat menyerupai dua kelamin yaitu kelamin Lelaki dan Perempuan. Bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan, sedangkan di tengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah yang terlihat seperti alat kelamin pria.  Pohon ini diberi nama pohon Lanang Wadon yang berarti Laki Perempuan. Pohon ini terdapat di hutan Sangeh, Kabupaten Badung, Bali.


7. Pohon di atap rumah tua

Pohon besar sejenis beringin ini tumbuh di atas atap rumah adat Toraja (Tongkonan). Pohon di atap Tongkonan ini dibiarkan tumbuh karena menjadikannya terlihat unik. Pohon besar ang tumbuh di atas atap ini, akarnya tidak ada yang sampai ke tanah, bahkan tidak ada yang melewati atap ke bawah. Akarnya merambat di segala sisi atap. Pohon unik ini ada di dusun Pao, Lembang Nenggala,  Toraja Utara.



Sumber : Indonesia.travel dan berbagai sumber

Pulau Lombok sebagai salah satu pulau terindah di Indonesia, menawarkan beragam keindahan alam yang masih belum terjamah sehingga sering membuatnya digambarkan sebagai Bali di masa lalu. Perpaduan yang unik antara kebudayaan Islam dan Hindu di tambah dengan keberadaan Gunung tertinggi kedua di Indonesia, diberkahi dengan lusinan air terjun dan terdapat banyak sekali pantai berpasir putih yang menawan, tidak lupa juga pulau - pulau kecil yang indah dan lautan biru dengan beragam kehidupan laut yang terkaya di Indonesia, semuanya dapat anda temukan di Pulau Lombok.

Wiranusa Trans dan Wiranusa Travel berada di bawah naungan CV. Wiranusa adalah sebuah perusahaan yang bergerak untuk menyediakan jasa transportasi dan travel agent yang berlokasi di daerah Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia. Kami bekerja untuk melayani berbagai macam kebutuhan transportasi dan paket wisata yang anda butuhkan dengan menghadirkan sebuah pelayanan cepat, akurat dan bersahabat.